irsyadmuhammad

irsyadmuhammad.id


Dibuka dengan ketawa-ketiwi, ditutup dengan isak tangis, begitulah kesan saya setelah menonton film Ngeri-Ngeri Sedap. Walaupun saya gak sampai nangis (karena gengsi), tapi hampir seisi bioskop pada mewek di akhir-akhir film, cuy.


Maka dari itu, review film Ngeri-Ngeri Sedap yang bakal saya tulis di ini mungkin bisa jadi acuan kamu sebelum menontonnya. Namun sebelum masuk ke menu utama, mari simak dulu sinopsis film-nyasupaya para pembaca budiman sekalian paham dengan jalan ceritanya. 


Cekidot!


Ngeri-Ngeri Sedap (2022) berkisah tentang pasangan Pak Domu (Arswendy Beningswara Nasution) dan istrinya Mak Domu (Tika Panggabean) yang tinggal di pinggiran Danau Toba, Sumatera Utara.


Mereka memiliki empat orang anak yang terdiri dari Domu (Boris Bokir), Sarma (Gita Bhebita), Gabe (Lolox), dan Sahat (Indra Jegel). Dari semuanya, hanya Sarma yang masih tinggal bersama orang tuanya, sementara tiga anak lelaki mereka merantau di Pulau Jawa dan telah sukses dengan kariernya masing-masing.


Namun masalahnya, ketiga anak lelaki tersebut sudah tak mau pulang karena ketidakcocokan mereka dengan sikap sang bapak. Di satu sisi, Pak Domu dan Mak Domu menginginkan mereka segera pulang ke rumah karena tak lama lagi harus hadir di acara adat.


Sadar bahwa ketiga anak lelakinya sudah gak mau pulang ke kampung halaman, Pak Domu dan Mak Domu lalu menyusun sebuah rencana yang cukup nekat, yakni ingin berpura-pura hendak cerai. Tentu saja itu hanya bohong belaka agar ketiga anaknya terpaksa kembali dari tanah rantau.


Maka kembali lah Domu, Gabe, dan Sahat ke rumah orang tuanya di dekat Danau Toba. Tujuan mereka hanya satu, yaitu membicarakan permasalahan yang dialami kedua orang tuanya. Bagaimana kisah selanjutnya? Tonton aja film-nya, ya!

 


BACA JUGA: Review Film KKN di Desa Penari (2022), Film Horor Terbaik Tahun ini?


Drama Keluarga dengan Situasi Komedi



Bene Dion Rajagukguk, sang sutradara, saya akui berhasil mengangkat kisah keluarga batak yang tinggal nun di pinggiran Danau Toba sana, menjadi hiburan yang kualitasnya terasa mahal. Tapi perlu diingat, ini bukan film komedi, melainkan film drama keluarga dengan nuansa cukup menyentuh.

Itu sebenarnya sudah ditekankan Bene saat wawancaranya bersama Ernest Prakasa yang tayang di kanal YouTube HAHAHA TV. Dia sendiri yang bilang bahwa Ngeri-Ngeri Sedap adalah film drama keluarga namun dengan selipan beberapa situasi komedi. Setelah menonton film ini, saya baru paham maksud dari perkataan itu.

Jadi, keseluruhan kisah yang diangkat memang seputar konflik keluarga yang (mungkin) sering terjadi di lingkungan masyarakat batak. Konflik itu lalu dikemas dalam premis yang sangat sederhana: orang tua yang pura-pura mau cerai agar anak laki-lakinya yang diperantauan mau pulang ke kampung halaman

Di satu sisi, situasi komedi yang dimaksud ada pada adegan-adegan yang sebenarnya lumrah terjadi di keluarga batak. Contohnya saja seperti adegan bapak-bapak saat nongkrong di lapo sampai larut malam. Tanpa harus berusaha 'melucukan' adegan semacam itu, kelakuan bapak-bapak saat nongkrong di lapo memang kocak-kocak, cuy. 

Pun diawal film, penonton lebih banyak disuguhin dengan situasi-situasi ringan yang gampang bikin ketawa. Namun setelah memasuki babak ke-2 dan ke-3 di film ini, yakin kalian gak bakalan nangis? Saya sih ragu.

Bene Dion juga terbilang sukses mengemban peran ganda sebagai sutradara dan penulis. Dalam film ini, ia mampu menghasilkan jalan cerita yang rapi dan mudah membuat penonton terbawa suasana, dari yang awalnya ketawa ngakak lalu tiba-tiba mendadak hening karena hanyut dalam drama yang disajikan.

Setiap tokoh pun dikasih porsi yang pas untuk mengenalkan background-nya masing-masing, lalu saat masuk ke kondisi yang semakin pelik, semuanya tetap enak-enak saja untuk dinikmati. Diselipkan juga sedikit plot twist yang meksipun bagi saya agak maksa, tapi it's okay lah.

Menariknya, pemeran Ngeri-Ngeri Sedap seperti Boris Bokir, Gita Bebhita, Lolox, dan Indra Jegel, semuanya adalah komedian. Tapi di film ini, mereka murni dikasih tugas buat memainkan drama, bahkan sampe adegan tangis-tangisan sekalipun juga mereka lakukan. Untuk yang satu ini, saya cukup kagum dengan penampilan Gita Bhebhita.

Batak yang Kental tapi Juga Universal



Gak bisa dipungkiri kalau unsur kedaerahan, yakni adat batak dan kehidupan keluarga di Toba, memang terasa sangat kental dalam film bioskop terbaru 2022 ini. Nah, saya suka sekali setiap detail kedaerahan yang coba disajikan Bene Dion melalui Ngeri-Ngeri Sedap.

Contohnya aja gambaran kondisi rumah yang ditinggali Mak Domu dan Pak Domu. Mulai dari piring dan gelas yang mereka pakai, sprei di tempat tidur, pakaian sehari-hari, hingga mobil Kijang Kapsul merah maroon yang mereka kendarai, saya pikir sangat mewakili kehidupan keluarga di Sumatera Utara.

Selain itu, si sutradara sepertinya juga gak mau melewatkan kesempatan untuk menyoroti indahnya alam Danau Toba. Adegan saat keluarga batak ini piknik berbalut rapat keluarga di Bukit Holbung juga terlihat sangat memanjakan mata sekaligus menggelitik. Jujur, saya jadi pingin ke Danau Toba lagi.

Kalau yang bukan orang batak alias masyarakat Indonesia secara umum, bagaimana? Apakah masih terasa relate? Tenang aja, tetap bisa dinikmati, kok. Sebab, polemik yang diangkat pada dasarnya juga kerap terjadi di banyak keluarga.

Sejauh yang saya tangkap, permasalahan utama dalam film ini adalah ketidaksetujuan orang tua terhadap keputusan hidup yang diambil anaknya. Misalnya terkait masalah nikah beda suku, orang tua yang gak menentang pilihan karier anaknya, cita-cita yang terbentur adat dan keluarga, hingga masalah bapak yang gak pandai menunjukkan kasih sayang kepada anak laki-lakinya. 

Tentu kondisi semacam itu gak hanya terjadi di keluarga batak saja, kan? Pun ada banyak sekali nilai-nilai kehidupan yang coba digali, solusi yang diberikan juga gak kalah berisi, kok. Recommended, lah!


Kesimpulan Review Film Ngeri-Ngeri Sedap


Menurut saya, film Ngeri Ngeri Sedep adalah definisi film yang dibuat pakai hati! Keresahan yang diangkat memang ada dan banyak terjadi. Bahkan kalau boleh saya sarankan, lebih baik ajak orang tua kalian buat nonton Ngeri-ngeri Sedap demi kesan yang lebih membekas.

Terakhir, saya juga mau berterima kasih buat Bene Dion dengan suguhannya yang sangat menyentuh. Salah satu film Indonesia terbaik tahun ini!


Saya berikan rating 8.3/10 untuk Ngeri-Ngeri Sedap!


"Menjadi orang tua adalah proses belajar seumur hidup."














Post a Comment

Sila tinggalkan komentarnya.

Lebih baru Lebih lama