irsyadmuhammad

irsyadmuhammad.id

Perjalanan saya untuk mencapai tahap ini tidak mudah. Sebelumnya, saya hanya seorang freelance writer yang baru bekerja jika ada proyek tulisan yang datang kepada saya. Jika tidak ada, maka saya hanya bisa mencari sembari menunggu tawaran pekerjaan yang saya ajukan diterima oleh penyedia proyek.


Pun sejak dulu, saya sudah terbiasa untuk bekerja dari rumah - hanya mengandalkan sebuah laptop dan jaringan internet. Tanpa laptop, saya tidak bisa mengetik draft tulisan. Tanpa internet, saya tidak bisa melakukan riset atau me-report pekerjaan yang telah saya buat.

Satu demi satu pekerjaan, satu demi satu blog serta website, dan satu demi satu media online, sudah pernah saya isi dengan tulisan saya. Setelah cukup lama bekerja sebagai freelancer, kini saya sudah terikat dengan salah satu perusahaan media online yang cukup ternama di Indonesia. Tak perlu lah saya sebutkan di mana tempat saya bekerja, karena bukan itu intinya.

Meski begitu, model pekerjaan yang saya lakoni tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Semuanya masih harus dilakukan dari rumah karena status saya adalah sebagai remote worker yang digaji setiap bulannya. Jadi, full pekerjaan saya saat ini adalah untuk perusahaan tersebut. 

Sumber foto: ilustrasi remote worker by Brightful, editing by irsyadmuhammad.id

Sebenarnya, sistem kerja remote bukanlah sesuatu yang asing di Indonesia. Apalagi sejak pandemi kemarin, di mana banyak perusahaan yang menerapkan sistem kerja Work From Home (WFH) yang kurang lebih sama dengan remote working (jarak jauh). Bedanya, sistem remote sudah ada jauh sebelum pandemi.

Melihat hal tersebut, saya yakin bahwa jumlah pekerja remote di Tanah Air sebenarnya cukup banyak. Melansir dari Business 2 Community, jumlah pekerja remote di seluruh dunia bahkan diketahui telah meningkat sebesar 44% dalam lima tahun terakhir. Sebuah peningkatan yang sangat pesat.

Tapi jangan salah, model bekerja seperti ini, sekali lagi akan sangat mengandalkan jaringan internet. Menjalani aktivitas remote working tanpa adanya kualitas internet yang baik tidak bakal ada artinya. Terutama bagi remote worker seperti saya yang berdomisili di daerah, internet akan menjadi tantangan tersendiri dalam bekerja. 

Berawal dari Pindah Rumah 

Masalah muncul ketika saya memutuskan untuk pindah ke kontrakan baru. Bukannya apa-apa, di kontrakan yang sekarang saya tinggali ini, rupanya punya problem soal jaringan internet yang sering bikin tensi saya naik.

Bagaimana tidak, jika cuaca sedang mendung sedikit, jaringan internet dari provider yang saya pakai tiba-tiba lelet atau bahkan tak bisa digunakan. Ketika dicek melalui smartphone, ternyata sinyalnya hanya satu atau dua garis saja. Jangan tanyakan lagi jika hujan sudah mulai turun, tentu saja kualitas jaringannya semakin parah.

Asli, hal ini bikin aktivitas bekerja saya sangat terganggu. Belum lagi jika saat itu ada jadwal meeting online yang harus saya ikuti - jangankan dipakai buat bekerja, untuk balas chat rekan saja leletnya minta ampun. Rasanya sangat tidak enak.

Atas permasalahan tersebut, mau tak mau saya harus memasang WiFi agar saya bisa bekerja dengan lancar tanpa terkendala gangguan jaringan. Kenapa harus WiFi? Berikut adalah beberapa pertimbangan dari saya:

  1. Kebutuhan pekerjaan yang harus selalu terkoneksi dengan internet.
  2. Lebih fleksibel karena bisa langsung diakses semua perangkat di rumah.
  3. Lebih hemat karena saya tak perlu bolak-balik beli kuota internet lagi, sebab 90% aktivitas saya dan istri memang ada di rumah.
  4. Tidak perlu takut kuota jebol ketika mengakses konten hiburan: streaming film atau YouTube, main game online, download aplikasi, dan sebagainya.


Tapi sebelum itu, saya harus tentukan dulu ingin memilih provider internet yang mana. Tentunya, saya ingin memilih layanan pemasangan WiFi terbaik di Indonesia. Memilih provider WiFi memang tidak boleh asal-asalan, cuy. Saya tidak ingin kecewa sama sekali.

IndiHome, Internetnya Indonesia

Sumber foto: IndiHome.co.id

Tanpa pikir panjang, pilihan saya langsung jatuh pada IndiHome, provider WiFi di bawah naungan Telkom Indonesia yang layanannya sudah dikenal luas sampai pelosok negeri. Supaya bisa merasakan besarnya Manfaat Internet, saya tentu harus memilih yang terbaik, bukan?

Lagi-lagi bukannya tanpa alasan. Setiap keputusan yang saya buat selalu berdasarkan dengan sejumlah pertimbangan yang matang. Kalau kalian penasaran kenapa saya memilih IndiHome, inilah beberapa alasan di antaranya:

  • Layanan 24/7.
  • Unlimited.
  • Jaringan stabil.
  • Harga bersaing.
  • Banyak pilihan kecepatan.


Apakah saya hanya menjual bualan? Pada akhirnya, apa yang saya tulis di atas sudah saya buktikan sendiri. Hal itulah yang saya rasakan sejak pertama kali mengajukan proses pememasangan WiFi IndiHome yang hingga kini sudah berlangsung selama beberapa bulan lamanya. 


Proses Anti Ribet

Awalnya, saya pikir proses pemasangan WiFi IndiHome akan sangat sulit dan ribet. Maklum, saya gak pernah suka dengan birokrasi yang berbelit-belit. Namun ternyata, ketakutan itu sama sekali tidak terbukti.

Melalui salah seorang kenalan, saya akhirnya mendapatkan nomor HP salah satu pegawai atau sales WiFi Indihome. Saya pikir tidak masalah, dari pada saya harus meluangkan waktu ke kantor Telkom, lebih baik coba bertanya lebih dulu ke pegawainya.

Setelah menghubungi lewat WhatsApp (WA), ternyata niat saya untuk memasang WiFi disambut dengan baik dan ramah. Saya juga bertanya sejumlah hal yang harus saya ketahui, yang bermuara pada kesepakatan untuk memasang WiFi Indihome dengan kecepatan 20 Mbps. Saya juga sangat senang karena masih bisa menikmati promo pemasangan seharga Rp150.000 saja.

Sumber foto: IndiHome.co.id

Tak butuh waktu lama, keesokan harinya, teknisi IndiHome langsung datang ke rumah untuk melakukan survei lokasi, mengecek kemungkinan apakah layanan WiFi bisa dipasang atau tidak. Alhamdulillah, ternyata memungkinkan untuk dilakukan.

Dua orang teknisi yang datang pun bersikap ramah dan dengan senang hati menjawab sekaligus memberitahu semua informasi yang saya perlukan. Tidak butuh waktu lama, proses pemasangan selesai pada hari itu juga. Jaringan Internetnya Indonesia dari IndiHome tersebut pun sudah bisa saya akses di hari tersebut. Pokoknya serba sat set sat set!

Yap, dari awal pengajuan sampai pemasangan selesai, semua prosesnya hanya dilakukan by phone alias tidak perlu sama sekali datang ke kantornya. Bahkan, proses pembayaran pun saya lakukan di minimarket dekat rumah. Praktis banget.

Meski tampak sederhana, namun proses birokrasi seperti inilah yang harusnya diterapkan oleh semua penyedia jasa, apa pun jenis layanannya. Mulai dari pengajuan, survei lokasi, pemasangan, hingga pembayaran, saya merasa tidak direpotkan sama sekali. Prosesnya juga sangat singkat.

Responsif Terhadap Keluhan Konsumen

Setiap hidup pasti ada masalah, begitu juga soal dunia per-WiFi-an ini. Bukan, masalahnya bukan terletak pada IndiHome atau dari pihak Telkom-nya, melainkan soal tikus yang sering gigitin kabel WiFi di atap rumah. Lebih parahnya, kejadian ini tidak cuma sekali, cuy.

Belum genap sebulan saya menikmati Manfaat Internet yang disediakan IndiHome, saya yang kebetulan lagi di luar rumah tiba-tiba menerima kabar dari salah satu teknisi yang kemarin memasang WiFi di rumah saya. Dia mengatakan kalau koneksi di modem saya terputus dan ingin membuat janji untuk melakukan pengecekan. Wah, malah mereka duluan yang tahu. Canggih juga, saya pikir.

Saya persingkat saja, intinya setelah dicek sana-sini, diketahui bahwa kabel yang posisinya di balik plafon rumah kondisinya memang telah putus. Indikasi paling kuat adalah digigit tikus. Memang dasar tikus nakal! Untungnya, teknisi IndiHome berhasil menyelasaikan masalah itu dengan cepat sehingga saya bisa langsung mengakses WiFi kembali.

Masalah kedua justru baru terjadi sekitar satu bulan yang lalu. Ketika itu, saya yang baru bangun tidur dan hendak bersiap-siap bekerja, kaget karena jaringan WiFi tidak bisa diakses di HP saya. Hal itu juga berlaku di laptop maupun di perangkat milik ibu negara (istri).

Masalah ini semakin terkonfirmasi dengan adanya salah satu lampu indikator berwarna merah di modem WiFi tersebut. Tanpa pikir panjang, saya langsung menghubungi teknisi yang dulu pernah memasang WiFi di rumah saya.

Usai menyampaikan keluhan itu, maka teknisi tersebut menyarankan saya untuk menghubungi call center IndiHome terlebih dahulu, yakni melalui nomor 061147. Alasannya, agar kendala yang sedang saya alami tersebut bisa segera diproses. 

Menurutnya, mereka tidak bisa langsung turun mengecek masalah jika pelanggan belum memberikan laporan melalui pusat. Berbeda dengan kasus pertama, di mana pemasangan baru berjalan kurang dari dua minggu, jadi masih dalam tanggung jawab mereka. Saya bisa memahaminya, kok.

Syukurnya, pada pagi itu juga, seorang teknisi lain dari IndiHome langsung menghubungi saya dan membuat janji untuk datang ke rumah. Dari sini bisa disimpulkan kalau IndiHome sangat jempolan dalam merespon keluhan pelanggannya.

Dan lagi-lagi, kabel yang ada di atas ditemukan telah terputus. Tersangkanya pasti tikus itu lagi. Indikasi itu semakin kuat karena ini bukan yang kedua kalinya, cuy. Sebagai solusi, pihak teknisi menyarankan untuk memindahkan jalur kabel agar tidak melalui atas plafon lagi, melainkan langsung diarahkan dari ventilasi udara. 

Solusi itu saya pikir tepat juga, yakni supaya meminimalisir kabel tidak digigit tikus lagi. Yaudah, saya ikuti saja. Posisi modem pun akhirnya dipindahkan ke dekat ruang kerja saya agar tidak terlalu jauh dalam menarik kabelnya.

Syukurnya semua proses itu tidak memakan waktu lama. Kira-kira pukul 10 pagi, semuanya sudah beres dan saya pun bisa bekerja kembali dengan khidmat. Hingga kini, tidak ada lagi masalah dan saya bisa menikmati kencangnya jaringan internet dari IndiHome tanpa terganggu apapun. 

Sumber foto: dok. irsyadmuhammad.id

Kesimpulan

Tujuan dari tulisan saya ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk berbagi pengalaman selama menggunakan jaringan WiFi dari IndiHome dalam beberapa bulan terakhir. Saya akui, IndiHome sangat responsif dan sama sekali tidak mau merepotkan para pelanggannya.

Kalau salah satu pembaca ada yang bekerja dengan sistem remote working juga, saya pikir IndiHome adalah solusi yang tepat untuk merasakan besarnya Manfaat Internet di dunia kerja. Apalagi, jangkauan mereka juga sudah menyentuh pelosok daerah sehingga layak dijuluki sebagai Internetnya Indonesia.

Sebagai kesimpulan utama, berikut saya beberkan sejumlah alasan kenapa kalian harus memilih IndiHome untuk mendukung karier atau profesi yang sedang dijalani saat ini:

  • Jaringan stabil dan dijamin kencang.
  • Pelayanan sangat responsif.
  • Mulai dari pengajuan hingga proses pemasangan, semua bisa dilakukan by phone.
  • Semakin mudah dengan hadirnya aplikasi My Indihome.
  • Teknisi ramah dan sigap.
  • Harga ramah dikantong. 
  • Cocok untuk yang punya banyak anggota keluarga di rumah.
  • Pembayaran mudah, bisa transfer atau lewat jaringan minimarket ternama.
  • Banyak pilihan jenis layanan, bisa pilih sesuai kebutuhan.
  • Kantor layanan Telkom Indonesia mudah dijumpai.
  • Menjangkau hingga ke pelosok daerah (jangkauan Telkom Indonesia memang gak perlu diragukan lagi).

Jadi, sudah jelas, kan, kalau IndiHome memang yang terbaik untuk jaringan WiFi di Indonesia? Saya aja gak salah pilih, kok. Pokoknya salut, deh, sama tim Telkom Indonesia dan IndiHome yang selalu memberikan pelayanan terbaik. Semoga pengalaman saya ini bermanfaat, ya!


Referensi:

  • business2community.com/human-resources/25-key-remote-work-statistics-for-2020-02299342
  • indihome.web.id/blog/cara-lapor-gangguan-indihome/







Post a Comment

Sila tinggalkan komentarnya.

Lebih baru Lebih lama